HENTIKAN PHK SEMENA-MENA, SELAMATKAN MASA DEPAN BURUH INDONESIA

HENTIKAN PHK SEMENA-MENA, SELAMATKAN MASA DEPAN BURUH INDONESIA
https://youtube.com/shorts/haw7rlWbykc?si=zBSa0AOXJzG4ng5N
Gelombang PHK terus menghantam kaum buruh di berbagai sektor. Buruh manufaktur, pengolahan seafood, transportasi, hingga pertambangan kehilangan pekerjaan dan sumber penghidupan. Di saat yang sama, negara belum menunjukkan langkah serius untuk melindungi mereka yang kehilangan pekerjaan dan hak-haknya.
https://youtube.com/shorts/haw7rlWbykc?si=zBSa0AOXJzG4ng5N
Pada Kamis, 4 Juni 2026, buruh yang tergabung dalam KPBI akan menggelar aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk menuntut penghentian PHK semena-mena dan perlindungan menyeluruh bagi kaum buruh.

Bagi buruh, PHK bukan sekadar kehilangan pekerjaan. PHK berarti hilangnya penghasilan keluarga, terancamnya pendidikan anak, terganggunya akses kesehatan akibat BPJS yang tidak lagi aktif, serta meningkatnya ketidakpastian hidup bagi jutaan pekerja dan keluarganya.

Kami menolak dijadikan tumbal krisis ekonomi, gejolak pasar global, maupun kebijakan perusahaan yang merugikan pekerja. Negara harus hadir dan berpihak pada rakyat pekerja.

KPBI menuntut:
✊ Pekerjakan kembali 133 buruh PT Amos Indah Indonesia.
✊ Pekerjakan kembali 120 buruh PT RJS dan 60 buruh PT MIM.
✊ Cabut Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Outsourcing.
✊ Tolak PHK massal yang berdalih pada kondisi ekonomi global.
✊ Segera bentuk Satgas PHK dan Kesejahteraan Buruh sesuai janji Presiden.
✊ Tolak penggunaan hasil hilirisasi nikel Indonesia untuk kepentingan perang dan industri militer.

Buruh tidak membutuhkan belas kasihan. Buruh membutuhkan pekerjaan, perlindungan, dan keadilan. Lawan PHK! Hidup Buruh! Hidup Rakyat Pekerja!

#SaveBuruhPerempuanAmos
#SatgasPHKNasional
#CabutPermenaker7/2026 #FSBPI #FSPIM #FBTPI
#KPBI
#BangkitLawanHancurkanTirani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Partai Gerakan Perubahan, di Rumah Perwakilan Rakyat

Partai Gerakan Perubahan.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 aktivis perempuan dari berbagai latar belakang, serta menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai pembicara dan narasumber. Kongres ini mengusung semangat perempuan Indonesia sebagai pilar ketahanan bangsa di abad ke-21,dengan agenda utama berupa diskusi lintas sektor