Soal energi, ia menyebut jalur pipa gas dari Natuna sampai Singapura dan Indonesia harus dimanfaatkan bersama.

kota-desa, dan digital.
“Indonesia pertumbuhannya tinggi, tapi kemiskinan masih ada. Kita bangga ekonomi tumbuh, tapi kalau ketidakstabilan sosial naik, bahaya,” katanya.

Soal energi, ia menyebut jalur pipa gas dari Natuna sampai Singapura dan Indonesia harus dimanfaatkan bersama. “Ke depan energi bukan cuma soal listrik, tapi kestabilan geopolitik. Energi dan pangan itu saling terkait.”

ASEAN Harus Jadi Produsen Digital
Samsul mengingatkan ASEAN jangan hanya jadi konsumen ekonomi digital.
“Kalau cuma konsumen, kita kena ancaman security. Kita harus transformasi jadi produsen. Bangun kedaulatan data dan teknologi yang memanusiakan,” tegasnya.

Ia mengusulkan integrasi sistem pembayaran ASEAN, mata uang lokal, dan rantai pasok pangan kolektif. “Kita harus bergerak dari transaksional ke sentralisasi strategi. Otonomi teknologi itu wajib.”

Penutup: Butuh Kepemimpinan Bermoral
Menutup paparan, Samsul menyebut ASEAN butuh suara baru yang lebih bermoral dan manusiawi.
“ASEAN tidak boleh satu negara saja yang kuat. Harus ada otonomi khusus, ambil kekuatan masing-masing untuk pertahankan kemanusiaan, keadilan, dan kepercayaan. Bukan hanya jadi tabel statistik,” pungkasnya.

Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Partai Gerakan Perubahan, di Rumah Perwakilan Rakyat

Partai Gerakan Perubahan.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 aktivis perempuan dari berbagai latar belakang, serta menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai pembicara dan narasumber. Kongres ini mengusung semangat perempuan Indonesia sebagai pilar ketahanan bangsa di abad ke-21,dengan agenda utama berupa diskusi lintas sektor