puisi cinta
Hidup ini hanya mampir ngombe,
Jangan mabuk oleh ego yang membuatmu sepele.
Kesucian bukan sekadar menahan lapar di perut,
Tapi menundukkan keinginan yang membuatmu kalut.
Musuh sejati bukanlah dia yang menjatuhkanmu,
Tapi merasa unggulmu yang membusuk di dalam batinmu.
Sucikan jiwa dengan berani mengakui kebodohan,
Sebab hanya kerendahan hati
#CINTAKU_TAKKAN_PUDARi
Cintaku luar biasa untukmu seorang
Tak pernah ada kepikiran dalam hati untuk kelain hati
Meskipun serumit apapun jalan cinta kita
Cinta dan rasa ini tak akan pernah pudar
Karena hanya dirimu satu cinta sampai akhir nafasku
Takkan pernah terganti walaupun banyak yang lebih menarik
Karena bagiku semua akan berarti lagi
Saat mengarungi bersamawa suka duka bahkan menangis bahagia
Pilihan untuk bertahan itu di tangan kita
Tetapi semua keputusan Allah SWT yang mengabulkan
Maka sebab itu Allah selalu mengingatkan untuk selalu tumakninah bersahaja dan berdoa
Agar di ridhoi dan dalam rencana Nya
Semoga cinta kita selalu iman taqwa terjaga
Agar cinta kita terjaga hingga takdir menyatukan cinta kita
surya tenggelam
tertutup awan mendung
pertanda hujan
basahi tanah tandus
memberi hidup semesta
Hidup ini hanya mampir ngombe,
Jangan mabuk oleh ego yang membuatmu sepele.
Kesucian bukan sekadar menahan lapar di perut,
Tapi menundukkan keinginan yang
membuatmu kalut.
Musuh sejati bukanlah dia yang menjatuhkanmu,
Tapi merasa unggulmu yang membusuk di dalam batinmu.
Sucikan jiwa dengan berani mengakui kebodohan,
Sebab hanya kerendahan hati yang membawa pencerahan.
#Sangkanparan"
Hidup ini hanya mampir ngombe,
Jangan mabuk oleh ego yang membuatmu sepele.
Kesucian bukan sekadar menahan lapar di perut,
Tapi menundukkan keinginan yang membuatmu kalut.
Musuh sejati bukanlah dia yang menjatuhkanmu,
Tapi merasa unggulmu yang membusuk di dalam batinmu.
Sucikan jiwa dengan berani mengakui kebodohan,
Sebab hanya kerendahan hati yang membawa pencerahan.
" Pijakan Sang Kawula"
Tak perlu lelah menatap langit yang tinggi,
Jika di sana hanya ada ego dan mimpi yang sunyi.
Sesekali, tengoklah ke bawah, ke tanah yang kau pijak,
Temukan jejak perjuangan yang tak boleh kau ajak retak.
Lihatlah mereka yang kau bela dalam doa,
Pahami untuk apa kau ada dan mengapa kau bekerja.
Sebab dunia bukan panggung bagi sosok Gusti yang semu,
Melainkan tempat bagi Kawula untuk menyatu dalam ilmu.
Menjadi hamba bukanlah tentang rendahnya kedudukan,
Tapi tentang luasnya hati dalam sebuah pengabdian.
Saat kau merunduk, kau tak kehilangan harga diri,
Justru di sanalah, makna Abdi sejati kau temui.
Kedewasaan sejati lahir saat kita berhenti berdebat dan mulailah berdialog dengan alam.
Kesadaran muncul bukan dari seberapa banyak kita menang, melainkan dari seberapa sering kita mampu menundukkan ego sendiri. Ingatlah, keberhasilan bukanlah seperti kilat yang menyambar, tapi butuh proses .bak pohon yang tumbuh perlahan. Maka bersabarlah nikmati prosesnya."
Komentar
Posting Komentar