Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Koperasi Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan koperasi nasional melalui pelibatan generasi muda. Kegiatan ini dirangkai dengan diskusi kebangsa'an serta pelantikan Ketua Dewan Pembina yang baru sebagai bagian dari upaya memperkuat arah organisasi
Untuk acara ini di mana Bang untuk acara ini gimana Bang ya acara ini adalah Ini adalah sebuah momentum kita bikin Rakernas rapat kerja nasional koperasi Indonesia dan di dalamnya ada diskusi kebangsaan dan juga sekaligus kita bersyukur bahwa kita bisa melantik ataupun mempercayakan ketua dewan pemilihan yang baru kita adalah Bapak joão Angelo udah susah Mota Iya terutama PT agritas karena resmi menjadi ketua dewan Pembina daripada angkatan muda Indonesia memberikan sebuah pengertian sebuah pengalaman pemahaman kepada masyarakat bahwa anak muda harus eee suka berkoperasi Harus paham berkoperasi dan benar-benar menjadi sebuah penggerak koperasi yang sesungguhnya yang selama ini belum terjadi ya totalnya Karena anak muda kita zaman sekarang Kompas itu apa disangkanya berkeliling misalnya yang Bang emok gitu kan yang di pasar-pasar jauh lebih lebih berarti dari sekedar Bang emok gitu loh biasanya belum tahu anak muda kita program kerja apa aja Bang Kalau boleh tahu untuk eee kamu sendiri program kerja tadi sesuai juga dengan yang kita tetapkan kita bentuk 5 Satgas dari Anda satu Satgas sosialisasi masih pemahaman Koperasi itu sebenarnya salah satu program kerja utama saat gas yang kedua adalah percepatan luasan usaha kepada koperasi program kerja yang ketiga adalah peningkatan kapasitas manajemen pengelola koperasi program yang keempat adalah juga percepatan akses permodalan transformasi digital dan teknologi seluruh Indonesia seluruh masyarakat seluruh anak muda Kapan kelanjutan untuk operasi sendiri nanti akan terus mendampingi dan juga menjadi kakak asu bagi kdkmp kompresi desa kelurahan warna putih Nah itu apalagi dalam hal 5 hal itu dalam hal dalam hal 5 program kerja tadi yang kita bentuk Satgas tadi satuan tugas tadi ya gitu terima kasih oke
Kepala Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat, memberikan apresiasi terhadap pelaksana'an Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Koperasi Indonesia yang dinilainya berjalan dengan baik serta memberikan manfa'at bagi para pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurutnya, kegiatan tersebut menghadirkan materi yang padat, sederhana, namun sarat dengan edukasi dan arahan yang bermanfaat bagi pengembangan koperasi di masing-masing daerah.
"Menurut saya acaranya luar biasa, bagus, berisi, padat, simpel, dan memberikan pendidikan serta arahan yang baik bagi Koperasi Desa Merah Putih masing-masing. Narasumbernya juga luar biasa, penyampaiannya sangat baik dan memberikan motivasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, sa'at ini Pemerintah Desa Cikedokan masih menunggu kepastian terkait penyedia'an lahan sebagai lokasi pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, hingga kini di wilayah Kecamatan Cikarang Barat belum ada koperasi desa yang memiliki lokasi pembangunan sendiri karena masih terkendala lahan.
"Kami masih menunggu tempat dari pemerintah desa. Di Kecamatan Cikarang Barat sendiri belum ada yang menjalankan pembangunan koperasi karena belum mendapatkan tanah sebagai lokasi," katanya.
Meski demikian, Kepala Desa Cikedokan menegaskan bahwa berbagai program usaha koperasi telah mulai dijalankan secara bertahap meski masih menggunakan tempat sementara.
"Program yang sudah berjalan di antaranya usaha jual beli minyak goreng. Kami juga sedang dalam proses perizinan kerja sama penyaluran LPG 3 kilogram. Program-program usaha lainnya akan menyusul sesuai kesiapan koperasi," jelasnya.
Terkait pengembangan Koperasi Desa Merah Putih ke depan, ia menilai sistem dukungan melalui simpanan pokok dan simpanan wajib anggota merupakan langkah positif untuk memperkuat permodalan koperasi sehingga dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
"Kami optimistis Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang dengan baik apabila didukung seluruh anggota dan masyarakat. Permodalan melalui simpanan pokok dan simpanan wajib menjadi salah satu kekuatan koperasi untuk terus tumbuh," Keberada'an Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan dan desa mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun, keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan koperasi agar mampu melayani kebutuhan warga secara lebih luas.
Salah seorang pengurus koperasi mengatakan, kegiatan yang digelar menjadi momentum positif karena memberikan dukungan serta arahan bagi koperasi-koperasi yang telah terbentuk di berbagai wilayah.
"Acara ini cukup mendukung koperasi-koperasi yang ada di kelurahan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami mendapatkan arahan dan dukungan agar koperasi bisa berkembang lebih baik," ujar narasumber.
Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih di wilayahnya saat ini sudah berjalan dengan sistem keanggota'an yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT, RW, kader Jumantik, kader Dasawisma, hingga warga yang menjadi anggota koperasi.
"Untuk sementara modal koperasi masih berasal dari anggota. Setiap anggota diwajibkan membayar iuran bulanan sebesar Rp10.000. Walaupun nilainya tidak besar, iuran tersebut menjadi modal awal agar usaha koperasi tetap berjalan," jelasnya.
Menurutnya, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sudah mulai tersedia melalui koperasi, seperti gas LPG, minyak goreng, dan beras. Namun, karena keterbatasan modal, pelayanan dan ketersedia'an barang masih terbatas.
"Usaha sudah berjalan, gas sudah ada, minyak, sembako, dan beras juga sudah tersedia. Tetapi masih terbatas karena modalnya masih untuk memutar usaha. Sa'at ini yang berbelanja masih anggota koperasi, belum mencakup seluruh masyarakat," katanya.
Ia berharap pemerintah dapat segera merealisasikan dukungan permodalan bagi Koperasi Merah Putih sesuai dengan program yang telah disampaikan sebelumnya.
"Harapan kami kepada pemerintah, modal untuk koperasi dapat segera diberikan agar koperasi memiliki kemampuan menyediakan kebutuhan masyarakat secara lebih lengkap. Untuk tahap awal, yang paling utama adalah penguatan usaha sembako," ungkapnya.
Dengan adanya dukungan modal yang memadai, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Kalau modal sudah mencukupi, koperasi akan lebih berkembang dan manfa'atnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Koperasi Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan koperasi nasional melalui pelibatan generasi muda. Kegiatan ini dirangkai dengan diskusi kebangsa'an serta pelantikan Ketua Dewan Pembina yang baru sebagai bagian dari upaya memperkuat arah organisasi (29/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia menyampaikan bahwa Rakernas tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja, tetapi juga ajang membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
"Momentum ini kami manfaatkan untuk melaksanakan Rakernas Koperasi Indonesia, menggelar diskusi kebangsa'an, sekaligus melantik Ketua Dewan Pembina yang baru. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat memberikan pengalaman, pemahaman, dan semangat kepada masyarakat, khususnya anak muda, agar lebih memahami dan mencintai koperasi," ujarnya.
Ia menilai masih banyak generasi muda yang memiliki pemahaman keliru mengenai koperasi. Karena itu, edukasi menjadi langkah utama agar koperasi dipandang sebagai wadah pemberdaya'an ekonomi yang modern, profesional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut Rakernas, organisasi menetapkan lima program kerja prioritas yang akan dijalankan melalui pembentukan satuan tugas (Satgas), yaitu:
1. Sosialisasi dan edukasi mengenai koperasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
2. Percepatan perluasan usaha koperasi agar semakin berkembang dan berdaya saing.
3. Peningkatan kapasitas manajemen serta pengelolaan koperasi secara profesional.
4. Percepatan akses permodalan bagi koperasi untuk mendukung pertumbuhan usaha.
5. Transformasi digital dan pemanfaatan tehknologi dalam pengelolaan koperasi.
Selain itu, Angkatan Muda Koperasi Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Melalui berbagai program tersebut, diharapkan koperasi dapat menjadi pilihan utama bagi generasi muda dalam membangun kemandirian ekonomi, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Indonesia.
[29/7, 20.06] Supriyadi wartawan: Keberada'an Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan dan desa mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun, keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan koperasi agar mampu melayani kebutuhan warga secara lebih luas.
Salah seorang pengurus koperasi mengatakan, kegiatan yang digelar menjadi momentum positif karena memberikan dukungan serta arahan bagi koperasi-koperasi yang telah terbentuk di berbagai wilayah.
"Acara ini cukup mendukung koperasi-koperasi yang ada di kelurahan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami mendapatkan arahan dan dukungan agar koperasi bisa berkembang lebih baik," ujar narasumber.
Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih di wilayahnya saat ini sudah berjalan dengan sistem keanggota'an yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT, RW, kader Jumantik, kader Dasawisma, hingga warga yang menjadi anggota koperasi.
"Untuk sementara modal koperasi masih berasal dari anggota. Setiap anggota diwajibkan membayar iuran bulanan sebesar Rp10.000. Walaupun nilainya tidak besar, iuran tersebut menjadi modal awal agar usaha koperasi tetap berjalan," jelasnya.
Menurutnya, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sudah mulai tersedia melalui koperasi, seperti gas LPG, minyak goreng, dan beras. Namun, karena keterbatasan modal, pelayanan dan ketersedia'an barang masih terbatas.
"Usaha sudah berjalan, gas sudah ada, minyak, sembako, dan beras juga sudah tersedia. Tetapi masih terbatas karena modalnya masih untuk memutar usaha. Sa'at ini yang berbelanja masih anggota koperasi, belum mencakup seluruh masyarakat," katanya.
Ia berharap pemerintah dapat segera merealisasikan dukungan permodalan bagi Koperasi Merah Putih sesuai dengan program yang telah disampaikan sebelumnya.
"Harapan kami kepada pemerintah, modal untuk koperasi dapat segera diberikan agar koperasi memiliki kemampuan menyediakan kebutuhan masyarakat secara lebih lengkap. Untuk tahap awal, yang paling utama adalah penguatan usaha sembako," ungkapnya.
Dengan adanya dukungan modal yang memadai, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Kalau modal sudah mencukupi, koperasi akan lebih berkembang dan manfa'atnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar